Peluang ternak kambing dengan cara konvensional

Peluang ternak kambing dengan cara konvensional yang dilakukan para orang dahulu. Mudah, sederhana dan menghasilkan, begitulah yang dahulu dijalaninya. Menggunakan perlengkapan beternak yang sederhana dan usaha pantang menyerah.

Peluang ternak kambing jawa atau terkenal dengan sebutan ‘kacang’. Peluang usaha kambing sangatlah terbuka lebar. Ini dibuktikan dengan kurangnya pasokan daging kambing di negara tercinta ini. Sampai – sampai negara mengimpor daging kambing untuk memenuhi permintaan penduduknya.

Peluang ternak kambing mudah

Peluang ternak kambing yang mudah. Bila belajar dari para nenek moyang kita atau paling tidak pada tahun 1980 an, kesuksesan ternak kambing begitu nyata. Sehingga sekarang saatnya kita sebagai generasi penerus, paling tidak mengulang sejarah tersebut bukannya malah mundur.

Peluang ternak kambing dengan cara konvensional

Walaupun mudah, beternak kambing butuh kesabaran dan keuletan. Dengan menggunakan sistem pakan yang gratis, budidaya yang benar diharapkan bisa jadi peluang usaha yang menjanjikan. Untuk mendapatkan hasil yang paling tidak memenuhi UMR suatu daerah, butuh waktu minimal 1 tahun. Berbeda bila dengan modal dan tenaga ternak yang ahli, mungkin hanya butuh 3 sampai 4 bulan sudah bisa meraup keuntungan.

Berikut kami ulas tentang analisa ternak kambing. Sebagai bahan pertimbangan sebelum melangkah lebih tentang beternak. Ini hanyalah gambaran global, sehingga dalam pelaksanaannya mungkin agak berbeda, dan banyak faktor yang mempengaruhinya.

Modal yang dibutuhkan dan untuk apa saja modal analisa usaha ternak kambing :

Biaya sewa tanah Rp10.000.000,-untuk sewa 10 tahun.
Biaya pembuatan 5 kandang Rp10.000.000,-.
Biaya pembelian 100 ekor kambing jantan berumur 10 bulan Rp40.000.000,-
Biaya pembuatan basecamp Rp5.000.000,-
Biaya pembuatan sumur bor Rp1.000.000,-
Biaya gaji 2 orang pekerja selama 4 bulan kerja per orang per bulan Rp1.000.000,- total 2 orang selama 4 bulan Rp8.000.000,-.

Total jumlah modal yang dikeluarkan : Rp74.000.000,-
Setelah lima bulan tepatnya pada saat penjualan Iedul Ad’ha pertama akan didapatkan hasil penjualan 100 ekor kambing sebesar Rp100.000.000,- dengan penjualan Rp1.000.000,- per kambing.
Keuntungan yang di dapat pada setiap tahunnya
Hasil penjualan 100 ekor kambing adalah Rp100.000.000,- dengan penjualan per ekor kambing Rp1.000.000,- dikurangi pengeluaran untuk usaha setahun berikutnya:
Pembelian 100 ekor kambing sapih (baru selesai menyusui) biasanya berumur 3 bulan @Rp200.000,- sama dengan Rp20.000.000,-
Gaji 2 orang pekerja selama satu tahun masing-masing Rp1.000.000,- per bulan sama dengan 2 jt kali 12 sama dengan Rp24.000.000,-
Uang jaga-jaga untuk kesehatan dan tambahan pakan Rp10.000.000,-(10% dari jumlah uang Rp100.000.000,-) .
Total pengeluaran selama setiap setahun berikut Rp45.000.000,-
Jadi keuntungan yang dihasilkan setiap tahun: Rp100.000.000,- dikurangi Rp45.000.000,- sama dengan Rp55.000.000,-

Demikian tentang peluang beternak kambing, semoga bisa ada manfaat. Barokallohufiik…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *